Musibah terjadi karena munculnya kebocoran air yang mengenai converter. Akibat kebocoran ini, converter yang bertemperatur tinggi tersebut meledak.
"Ledakan tersebut berasal dari kebocoran air yang kemudian kena temperatur tinggi di converter," kata Irvan kepada detikFinance, Selasa (16/12/2014).
Converter merupakan 'dapur' di pabrik untuk mengolah atau memasak besi cair menjadi baja. Meski memicu ledakan dahsyat, mayoritas peralatan di luar converter di area pabrik dalam kondisi baik.
"Tidak ada gangguan, semua peralatan baik kondisinya. Kalau detilnya bisa ditanya pihak Krakatau Posco karena kita hanya pegang saham 30%," ujarnya.
Converter pabrik baja Kratau Posco seharusnya menjalani perawatan rutin yakni 3 hari setelah ledakan. Akibat peristiwa kemarin, proses perawatan menjadi dipercepat.
"Mereka punya jadwal overhaul mulai 18 ini. Dengan peristiwa tersebut, menjadi 3 hari lebih awal," kata Irvan.Next
(feb/hds)