Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga Tbk David Wijayatno saat ditemui di sela-sela acara Temu Wartawan di Kantor Pusat Jasa Marga, Taman Mini, Jakarta Timur, Senin (11/3/2013).
"Harusnya akhir April ini, satu bulan tidak bekerja karena ada badai. Jadi Junilah selesai," kata David.
Hal senada diungkapkan oleh Head of Public Relation Officer PT Bali Toll Road selaku operator atas tol ini yaitu Drajad Suseno. Dia mengatakan, pekerjaan sempat terhambat karena adanya badai kiriman dari Australia, diperparah dengan curah hujan yang tinggi di Bali.
"Kemarin itu hujan angin, curah hujan tinggi, kita tidak mungkin ngecor. Belum lagi ada badai dari Australia sampai ke Bali," kata Drajad kepada detikFinance.
Dia mengungkapkan, progress pembangunan hingga hari ini pada minggu ke-54 konstruksi sudah mencapai 82%. "Tapi sebenarnya kita deviasi negatif 6% karena badai itu," jelasnya.
Dengan begitu, lanjut Drajad, proses konstruksi diperkirakan akan molor dari jadwal yang telah ditetapkan. Meski demikian, Drajad yakin, target operasional tol ini akan berjalan sesuai jadwal, yakni pada Juli pertengahan tahun ini.
"Sampai dengan akhir Desenmbr kemarin on schedule. Tapi ketika badai datang, mulai Januari Februari kita mulai mengalami deviasi negatif. Kemungkinan konstruksi kita mundur menjadi Mei, tapi target operasi tetap Juli. Kita akan kedepankan itu," pungkasnya.
(zul/dnl)