Tetapi RBA mengklaim tak ada satupun data yang hilang dari serangan tersebut. Demikian diberitakan BBC seperti dilansir detikFinance, Senin (11/3/2013).
"Bank (RBA) telah memiliki pengaturan keamanan yang komprehensif dan serangan ini telah terisolasi. Dipastikan bahwa virus belum menyebar di seluruh jaringan Bank atau sistem," jelas RBA.
"Serangan juga tidak menyebabkan data Bank atau informasi hilang atau menyebabkan sistem rusak," jelas RBA lagi.
Serangan hacker kepada bank sebelumnya juga pernah terjadi. Organisasi pelacak terorisme dunia maya, The Search for International Terrorist Entities (SITE) Intelligence Group mengungkapkan bank-bank di AS akan menjadi target sasaran serangan cyber (cyber attack) yang diduga dilancarkan oleh kelompok Islam. Menurut organisasi tersebut, hal ini dilakukan sebagai bentuk respons terhadap film anti islam yang tengah menuai kontroversi.
Para 'hackers' tersebut mengaku sebagai 'Cyber Fighters of Izz al-Qassa'. Pekan lalu, US Bank Chase (bank yang terafiliasi JP Morgan) dan Bank of America telah lebih dulu mendapatkan serangan cyber yang diduga dilakukan oleh kelompok yang sama.
(dru/ang)