Saat diwawancarai, Jokowi mengatakan ingin agar masalah lahan proyek jalan tol ini bisa diselesaikan dalam dua bulan. Bahkan Jokowi siap turun tangan jika proyek pembebasan lahan tidak kunjung selesai.
"Kita ingin ajak masyarakat karena ini untuk kepentingan negara, ekonomi, umum ya win win. Kita juga tak ingin merugikanlah, tapi pekerjaan proyek ini jangan sampai terlambat," tutur Jokowi saat meninjau lokasi konstruksi di sekitar depan RSUD Koja, Jakarta Utara, Senin (11/3/2013).
Dikatakan Jokowi, jalan tol tersebut penting untuk akses truk-truk kontainer menuju Pelabuhan Tanjung Priok. "Jika tidak segera disiapkan dan selesai, itu bisa stuck dan menjadi masalah untuk pelabuhan," kata Jokowi.
Soal jalan-jalan yang rusak di tol dan di sekitar pelabuhan, Jokowi mengatakan perbaikan jalan menggunakan anggaran negara tidak bisa dilakukan segera. Untuk lelang dibutuhkan waktu 45 hari. "Kalau saya biasa di swasta, ada duit besok pagi langsung ditambal," jelas Jokowi.
Diberitakan sebelumnya pembangunan konstruksi tol paket 3 Seksi E-2A atau Koja-Simpang Jampea mengalami kendala sosial. Diantaranya pengerjaan ramp ON/OFF atau pintu masuk dan keluar ruas tol sepanjang 1,92 km tersebut bersinggungan atau melintasi makam Ex Dobo yang lebih dikenal makam Mbah Priok.
Proyek ini didanai oleh APBN melalui pinjaman pemerintah Jepang (JICA). Kontrak senilai Rp 1,1 triliun ini dilaksanakan oleh kontraktor Obayashi joint operation dengan Jaya Konstruksi, dengan konsultan Katahira & Engineers International.
Seksi E-2A merupakan satu dari 6 paket pekerjaan TgPA dengan panjang 1,9 km, dengan target penanganan Main Road sepanjang 1,9205 Km, Viaduct section 1,920 Km, Total on/off Ramp 2.200 Km, FO Jalan Arteri 910 m.
Paket E-2A merupakan bagian dari program pembangunan jalan strategis akses Tanjung Priok. Meliputi ruas Rorotan-Semper-Cilincing-Koja-Simpang Jampea dan Jalan Yos Sudarso dengan panjang 10,2 km. Total pembiayaan keempat paket sekitar Rp 3,3 triliun.
Tol akses Tanjung Priok diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jaringan jalan di wilayah Jakarta dan mengurangi kepadatan lalu lintas. Juga sebagai akses ke Pelabuhan Tanjung Priok dan fasilitas pelabuhan terkait dan menghubungkan ruas Jakarta Outer Ring Road (JORR) dengan Jakarta Inter Urban Toll (JIUT).
(dnl/hen)