Hugo Chavez Meninggal, Harga Minyak Menanjak

Singapura - Harga minyak di pasar Asia beranjak naik pasca meninggalnya Hugo Chavez, presiden negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, Venezuela.

Minyak mentah jenis light sweet crude di kontrak utama New York untuk pengiriman April naik 26 sen ke US$ 91,08 per barel. Sementara jenis Brent North Sea untuk pengiriman pada bulan yang sama bertambah 43 sen US$ 112,04 per barel di perdagangan pagi Asia.


"Imbas dari berita (kematian Chavez) masih minimal sampai saat ini, tapi adanya spekulasi dan risiko membuat harga minyak ke depan akan naik," kata Ker Chung Yang, analis senior dari Phillip Futures di Singapura kepada AFP dikutip detikFinance, Rabu (6/3/2013).


"Chavez sudah berada pada posisi penting ini, sehingga ada risiko tambahan yang menempel pada masa transisi politik yang ujung-ujungnya bisa mengganggu cadangan minyak dunia," tambahnya.


Secara terpisah, Jason Hughes, kepala manajemen klien dari IG Markets Singapore, mengatakan imbas dari kematian Chavez belum sepenuhnya terasa. Namun, para pialang minyak mengawasi dengan cermat gerak-gerik Venezuela sebagai anggota OPEC.


Pasalnya, Venezuela merupakan negara dengan cadangan minyak terbukti paling besar di dunia berdasarkan data Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC).


"Ada potensi ketidakstabilan di negara itu (Venezuela)," kata Hughes.


(ang/dnl)