Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Suroyo Alimoeso mengaku bingung angkot perkotaan sekarang sudah seperti itu.
Hal ini ia sampaikan dalam diskusi yang bertemakan Masterplan Transportasi Jabodetabek yang dihadiri oleh Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Kementerian Perhubungan, Senin (4/3/2013).
"Sekarang angkot udah kayak semut, perizinannya darimana saya juga tidak tahu," tutur Suroyo.
Semakin banyaknya angkot, tak jarang para angkot sering sekali mengalami senggolan. "Itu di Ciputat ruwetnya luar biasa apalagi dari Lebak Bulus. Berhenti sedikit saja angkot sudah senggolan," ujarnya.
Pihaknya sudah membuat jalan keluar yaitu membangun sarana khusus pengangkutan berbasis jalan seperti busway. "Kita buat rute dari Baranangsiang (Bogor) ke Pusat Grosir Cililitan kita buat seperti busway. Dari Bekasi Timur dan Bekasi Barat langsung dari pemukiman penduduk menuju Jakarta kita juga akan buat. Juga dari Tangerang. Depok ke Selatan Jakarta juga sama," paparnya.
Sementara itu Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengingatkan upaya mempercepat untuk menanggulangi kemacetan setidaknya harus memenuhi 4 hal.
"Ada 4 hal yang harus dilihat yaitu harus menjaga keterpaduan baik berbasis rel maupun jalan, alat angkut yang kita tawarkan bisa dijangkau publik sehingga seluruh aktivitas bisa berjalan baik, kesinambungan program ini dengan baik, kecepatan dalam membangun. Masterplan sebenarnya sudah ada tinggal membuat peraturan menteri perhubungan," tandasnya.
(wij/hen)