ATM Lebih Sering Digunakan untuk Transfer Uang Ketimbang Tarik Tunai

Jakarta - Masyarakat Indonesia ternyata lebih cenderung menggunakan ATM sebagai alat transaksi transfer dana dibandingkan tarik tunai. Inipun tercatat dari semua nasabah dalam jaringan ATM, baik Alto, Artajasa (ATM Bersama), dan Prima/Rintis.

"Layanan transaksi transfer dana antar bank merupakan kebutuhan masyarakat yang paling utama saat ini," kata Direktur Eksekutif Departemen Akunting dan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Boedi Armanto, Senin (6/5/2013).


Dalam catatan BI, untuk jaringan ATM Artajasa (bersama) dari periode Januari 2012 - Maret 2013, sekitar 70% nasabah lebih mengunakan ATM sebagai transfer dana. Sementara untuk tarik tunai hanya sekitar 30%.


Hal yang serupa (periode yang sama)juga terjadi pada jaringan Alto, sekitar 73% nasabahnya memanfaatkan ATM untuk transfer dana dan tarik tunai hanya sekitar 27%.


Pada jaringan prima/rintis, pemanfaatkan ATM sebagai alat untuk transfer dana bahkan terjadi sekitar 80% dibanding ATM digunakan untuk tarik tunai yang hanya 20%.


"Jadi sekarang fungsi ATM adalah salah satu yang utama untuk transfer uang," ujarnya.


Jika menghitung selama tiga tahun terakhir rata-rata pertumbuhan transfer antarbank mencapai 52% lebih tinggi dari transaksi lainnya.


"Kebutuhan masyarakat akan layanan transfer antar bank melalui ATM menunjukan trend peningkatan," tutupnya.


(dru/dru)