Djokir Jengkel Bank Dunia Sering Ikut Campur Proyek Pemerintah

Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Djoko Kirmanto (Djokir) menilai Bank Dunia sudah terlalu jauh mencampuri program pemerintah. Ini terlihat seperti pada program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) untuk pengerukan sungai-sungai di ibukota untuk mencegah banjir.

"Bertele-tele. Hal hal yang seharusnya menjadi urusan kami mereka ikut campur," ungkap Djoko usai membuka pameran Indonesia Water Forum 2013 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Selasa (7/5/2013)


Program JEDI, menurutnya berlarut-larut sebagai akibat dari Bank Dunia. Djoko pun mengaku sudah memanggil pihak Bank Dunia membicarakan hal tersebut.


"Saya soal JEDI itu saya udah termasuk yang paling berlarut larut. Saya sudah undang perwakilan World Bank di Indonesia. Saya udang ke kantor. Saya bilang kalau saya sangat kecewa dengan mereka," jelasnya.


Ia menjelaskan, banyak sekali perubahan yang terjadi di tengah jalan terkait program-program sepertin pinjaman proyek dari Bank Dunia.


"Jadi banyak hal-hal yang tidak disepakati kita sudah sepakati. Seperti short list pemborong yang harus diundang siapa itu sudah mereka setujui," jawabnya


Djoko menyatakan tidak akan berbuat apa-apa jika pemerintah kota DKI Jakarta benar membatalkan pinjaman senilai Rp 1,2 triliun terkait proyek JEDI.


"Saya nggak bisa apa-apa. Kalau pemkot nolak ya loan-nya nggak dipake gitu aja. Bukan ke saya nanti ke Kementerian Keuangan. Tapi kalau soal jengkel itu saya jengkel lebih dulu daripada pemkot," pungkasnya.


(hen/hen)