First Asia: IHSG Diperkirakan Kembali Menembus Level 5.000

Jakarta - Setelah mengalami koreksi dalam dua sesi perdagangan pekan kemarin, IHSG kemarin berhasil rebound ditutup naik 66,388 poin (1,35%) di 4991,871. Aksi beli hampir melanda seluruh saham sektoral dengan motor penguatan di sejumlah saham bank berkapitalisasi besar seperti BMRI, BBCA, dan BBRI. Namun perdagangan berlangsung relatif lebih sepi dengan nilai transaksi di Pasar Reguler hanya Rp.4,5 triliun dibawah rata-rata harian pekan kemarin yang mencapai Rp.5,6 triliun. Asing juga mencatatkan nilai penjualan bersih Rp.549 miliar.

Penguatan Indeks komposit kemarin lebih banyak dipicu sentimen pasar kawasan dan global yang bergerak di teritori positif. Sedangkan dari domestik, pasar tampaknya tidak terpengaruh dengan keluarnya angka pertumbuhan ekonomi Indonesia 1Q13 yang hanya 6,02%, melambat dibandingkan 4Q12 sebesar 6,11% dan 3Q12 sebesar 6,17%. Ini menunjukkan dalam tiga kuartal berturut-turut ekonomi Indonesia tumbuh dalam tren perlambatan. Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut juga jauh dibawah asumsi pemerintah dalam APBN 2013 yang menetapkan pertumbuhan 6,8% tahun ini. Kondisi ini tentunya jauh dari menggembirakan. Sementara perkembangan Wall Street tadi malam, indeks utama DJIA dan S&P ditutup bervariasi. Indeks DJIA ditutup flat di 14968,89, sedangkan S&P kembali menguat 0,19% di level tertinggi baru di 1617,50.


Memasuki perdagangan hari ini, pergerakan IHSG diperkirakan akan kembali menembus level penting 5000 sebelum terjadi aksi ambil untung. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4970 dan resisten 5010.


IHSG : S1 4970 S2 4950 R1 5010 R2 5025


Saham Pilihan


BRAU 210-235 TB, SL 205


HRUM 3850-4025 Buy, SL 3775


WIKA 2400-2525 SoS, SL 2350


ENRG 132-142 BoW, SL 130


ANTM 1330-1390 BoW, SL 1310


TOTL 1050-1090 TB, SL 1030


ASII 6900-7200 TB, SL 6700


(dru/dru)