Penguatan Indeks komposit kemarin lebih banyak dipicu sentimen pasar kawasan dan global yang bergerak di teritori positif. Sedangkan dari domestik, pasar tampaknya tidak terpengaruh dengan keluarnya angka pertumbuhan ekonomi Indonesia 1Q13 yang hanya 6,02%, melambat dibandingkan 4Q12 sebesar 6,11% dan 3Q12 sebesar 6,17%. Ini menunjukkan dalam tiga kuartal berturut-turut ekonomi Indonesia tumbuh dalam tren perlambatan. Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut juga jauh dibawah asumsi pemerintah dalam APBN 2013 yang menetapkan pertumbuhan 6,8% tahun ini. Kondisi ini tentunya jauh dari menggembirakan. Sementara perkembangan Wall Street tadi malam, indeks utama DJIA dan S&P ditutup bervariasi. Indeks DJIA ditutup flat di 14968,89, sedangkan S&P kembali menguat 0,19% di level tertinggi baru di 1617,50.
Memasuki perdagangan hari ini, pergerakan IHSG diperkirakan akan kembali menembus level penting 5000 sebelum terjadi aksi ambil untung. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4970 dan resisten 5010.
IHSG : S1 4970 S2 4950 R1 5010 R2 5025
Saham Pilihan
BRAU 210-235 TB, SL 205
HRUM 3850-4025 Buy, SL 3775
WIKA 2400-2525 SoS, SL 2350
ENRG 132-142 BoW, SL 130
ANTM 1330-1390 BoW, SL 1310
TOTL 1050-1090 TB, SL 1030
ASII 6900-7200 TB, SL 6700
(dru/dru)