Ternyata, Tak Semua Warga Fatmawati Tolak MRT Melayang

Jakarta - Sekelompok warga jalan Fatmawati, Jakarta Selatan hari ini berdemo menolak pembangunan mass rapid transit (MRT) melayang. Tapi ternyata tak semua warga Fatmawati yang menolak.

Dalam jarak tak jauh dari lokasi demonstrasi warga Fatmawati di Pasar Blok A, ada spanduk yang terbentang di jalan dengan tulisan: 'Mendukung MRT Layang'.


Dari pengamatan detikFinance, dalam jarak yang tak sampai 1 km di jalan Panglima Polim, terdapat spanduk mendukung MRT layang, salah satu di antaranya berbunyi: "Jangan Tunda MRT Layang". Terlihat kontradiktif dari apa yang diserukan sejumlah orang yang berdemo dari jarak yang tak jauh.


Salah satu warga asli Blok A Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru Fatmawatibernama Yadi menuturkan, warga di Jalan Fatmawati sebetulnya mendukung MRT layang. Alasannya, MRT layang lebih cepat dibangun dan tidak rumit. Dirinya menunggu-nunggu proyek ini agar cepat dibangun.


"MRT itu kalau saya sendiri itu pengennya layang. Lebih simpel," kata Yadi saat ditemui di depan Pasar Blok A, Fatmawati, Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2013).


Lalu, mengapa ada sekelompok orang yang menolak pembangunan MRT layang? Yadi yang merupakan Koordinator Lapangan Forum Komunitas Anak Betawi Pulo menyebutkan, mereka berdemo menolak bukanlah warga Fatmawati. Mereka hanya pedagang pasar yang mengatasnamakan warga Fatmawati, tapi sebetulnya bukan.


"Kalau mereka di pasar tinggal di situ mereka baru warga. Ini mereka bukan warga sini. Mereka cuma pedagang sama pekerja-pekerjanya. KTP-nya juga bukan orang sini," jelas Yadi.


"Saya asli orang sini, brojol di sini. Di pasar blok A ini paling cuma 10 orang warga asli Pulo. Bisa saya hitung, 10 oranglah," kata Yadi.


Yadi pun mengaku dirinya yang membuat spanduk bertuliskan Mendukung MRT layang, juga dibentangkan dekat dengan aksi penolakan digelar.


"Tadinya saya tak mau bikin banner (spanduk). Tapi capek saja lihat yang demo ini. Didiamkan makin nyeloncong kalau kata Betawi, makin ngelunjak lah (yang demo). Ya sudah kita pasang banner," katanya.


(zul/dnl)