"Jangan bayar pajak lewat kantor pajak. Apalagi lewat Gayus. Berarti anda masuk konspirasi. Bayar lewat bank atau kantor pos," ucap Fuad pada acara sosialisasi pajak UKM di kantor Kadin Jakarta, Rabu (6/11/2013).
Diakuinya pelanggaran oleh oknum pajak atau masyarakat yang mengaku pegawai pajak masih terjadi. Umumnya mereka meminta pembayaran pajak atau menerima jasa pembayaran. Namun kasusnya relatif kecil.
"Ada yang melapor begitu itu salah sendiri. Itu nggak masuk ke kas negara. Kita bayar ke bank dan kantor pos. Itu case kecil. Kadang ada orang ngakunya pegawai pajak. Nggak ada orang pajak nagih. Itu preman, dan oknum. Ada juga yang niru pakaian pegawai sensus pajak," jelasnya.
Ketika masyarakat menemukan kondisi ini. Masyarakat diminta melaporkan kejadian tersebut.
"Kita ceramahin 12.000 pegawai pajak tapi tetap saja ada yang nakal tapi kita tangkapin. Kalau ada yang ngaku orang pajak lapor. Kalau ada, lapor ke saya. Kita bikin bukan lagi sebagai pegawai pajak. Kita pecat," tegasnya.
Fuad pada kesempatan itu mengaku uang pajak yang dibayarkan ke oknum pajak tidak masuk ke kas negara. Padahal uang pajak digunakan untuk membiayai infrastruktur, keamanan hingga subsidi BBM. Sehingga ia meminta masyarakat untuk taat dan disiplin membayar pajak.
"Semua sudah menikmati BBM, menikmati keamanan dari TNI," jelasnya.
(feb/dru)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!