"Dalam kerangka ASEAN, dilihat dari sisi produksi, maka industri otomotif nasional saat ini telah menduduki urutan kedua setelah Thailand," kata Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat dalam seminar soal Industri Otomotif RI Menghadapi ASEAN Economic Community 2015 di Kantor Kementerian Perindustrian, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (23/6/2014).
Hidayat mengatakan, produksi mobil di Thailand di tahun 2013 mencapai 2,5 juta unit, sedangkan Indonesia hanya mencapai 1,2 juta unit. Namun dengan derasnya investasi khususnya di sektor komponen otomotif ke Indonesia, harapannya sektor ini bisa tumbuh pesat.
"Dengan masuknya investasi selama 2 tahun terakhir ini, kapasitas terpasang produksi otomotif nasional telah mencapai 2 juta unit per tahun," tambahnya.
Dijelaskan Hidayat, jumlah industri komponen otomotif di Indonesia telah mencapai 1.550 perusahaan sedangkan Thailand sudah mencapai 2.200 perusahaan industri.
Dalam sektor ini, industri lokal menunjukkan prestasi dalam hal peningkatan ekspor. Kendaraan Completely Built Up (CBU/ekspor utuh) buatan Indonesia telah diekspor sebanyak 170.000 unit ke lebih dari 80 negara di 2013.
"Diperkirakan tahun 2014, ekspor CBU tersebut akan meningkat sampai 200.000 unit," terang mantan Ketua Umum Kadin ini.
Selain eskpor CBU, industri otomotif dalam negeri juga telah mengekspor kendaraan dalam bentuk CKD atau completely knock down (ekspor terurai). Jumlahnya mencapai 100.000 di 2012, meningkat menjadi 105.000 unit di 2013.
"Pada tahun 2014 ini diprediksi akan mencapai 110.000 unit," tutup Hidayat.
(zul/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!