Cerita Ahok Saat Masih Muda, Pilih Tanam Karet daripada 'Nongkrong'

Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama bercerita soal masa mudanya yang lebih diisi untuk kegiatan produktif. Ia lebih memilih berusaha daripada 'nongkrong' dan menghamburkan uang.

‎Pria yang akrab disapa Ahok ini bercerita, di masa mudanya Ahok lebih memilih ke hutan untuk menanam karet dan menebangnya ketika pohon tersebut sudah besar untuk dijual. Ketimbang harus nongkrong-nongkrong seperti kebanyakan anak muda lainnya di kampung halamannya Belitung Timur, Bangka Belitung.


"Dulu waktu anak muda, saya kalau dikasih uang seperti kalian, atau saya dikasih karet, saya akan masuk ke hutan tanam karet‎. Daripada saya nongkrong di warung ngerokok, bahas politik enam tahun sama," kata Ahok.


Hal itu diungkapkan Ahok di depan anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jaya di Ballroom Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Selasa (16/12/2014).


Cerita Ahok ini mengobarkan semangat para pengusaha muda yang hadir dalam acara tersebut. Para pengusaha muda ini bertepuk tangan riuh mendengar pidato dari suami Veronica Tan ini.


Ahok melanjutkan, daripada berdiam diri, menghabiskan waktu yang tak berguna‎ dan tak menghasilkan apa-apa, lebih baik dirinya menanam karet di hutan. Ia bercerita kegiatan mengurus karet dihabiskannya selama 6 tahun.


"Daripada nunggu-nunggu gaya-gayaan. Jangan salah, motong kayu di hutan 6 tahun itu badan kamu kebentuk bos. Daripada nongkrong-nongkrong perut buncit‎. Mending di hutan, badannya bagus, punya modal," kelakar Ahok diiringi tawa dari hadirin.


Sayang, Ahok mengatakan, kini banyak generasi muda yang lebih mementingkan gengsi dibanding berusaha.


"Banyak anak muda terjebak oleh gengsi. Baru dapat modal beli rumah, beli mobil bukan investasi. Bahkan ada yang beli jam tangan itu pun kredit. Saya kira prinsip itu tak boleh ada di‎ HIPMI," tutupnya.


(zul/hen)