BPS: Januari Deflasi 0,24%

Jakarta -Hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan perkembangan harga selama Januari 2015. Bulan lalu, terjadi inflasi negatif atau deflasi 0,24% dibandingkan bulan sebelumnya.

Dengan begitu, inflasi Januari 2015 dibandingkan Januari 2015 (year-on-year) adalah 6,96%. Demikian dikemukakan Kepala BPS Suryamin dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (2/2/2015).


"Kalau kita lihat dari tahun 1973, hanya 3 kali pada Januari terjadi deflasi. Januari 1973 minus 1,65%, Januari 2009 minus 0,07%, sekarang minus 0,24%," kata Suryamin.


Deflasi ini di luar perkiraan banyak pihak. Akhir pekan lalu, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyebutkan bahwa pada Januari 2015 terjadi inflasi 0,1-0,2%.


"Saya punya kabar gembira. Pada Januari kami prediksikan inflasi kita kemungkinan 0,1%, paling tinggi 0,2%," kata Bambang.


Penyebab inflasi yang rendah, lanjut Bambang, adalah penurunan harga BBM. Mulai 1 Januari 2015, pemerintah sudah melepas harga Premium ke mekanisme pasar sedangkan Solar masih diberikan subsidi tetap Rp 1.000/liter.


(hds/dnl)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com