DPR dan BUMN Lanjut Rapat Maraton Bahas Suntikan Modal Rp 75 Triliun

Jakarta -Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali menggelar rapat maraton, membahas persetujuan Penyertaan Modal Negara (PMN) tunai dan non tunai kepada 35 BUMN.

Total PMN yang akan diberikan kepada BUMN dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015 mencapai Rp 75 triliun.


Hari ini, rapat pantia kerja (panja) PMN memasuki hari ke-7. Dijadwalkan, ada 4 BUMN memaparkan rencana usaha (business plan). Rapat sendiri berlangsung secara tertutup.


Deputi Bidang Usaha Agro dan Industri Strategis BUMN Muhammad Zamkhani menjelaskan, rapat panja kali merupakan pembahasan terakhir antara DPR dan BUMN penerima suntikan modal.


"Hari ini merupakan rapat terakhir," kata Zamkhani saat ditemui sebelum rapat panja di Komisi VI, DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/2/2015).


Seperti diketahui, rapat panja yang berlangsung sejak Senin (26/1/2015) tersebut berlangsung cukup alot. Alasannya adalah, DPR ingin mendalami business plan yang dipaparkan di depan rapat panja. Saking panjangnya proses pembahasan, rapat kerap digelar hingga larut malam.


Hari ini rencananya 4 BUMN mempresentasikan business plan kepada panja PMN DPR. BUMN tersebut yakni, PT Perkebunan Nusantara XI (Persero), PT Pindad (Persero), PT Krakatau Steel Tbk, dan PT Aneka Tambang Tbk.


Usai rapat panja, dilanjutkan dengan rapat internal panja PMN Komisi VI DPR, kemudian dilanjutkan dengan rapat kerja antara Komisi VI dan Menteri BUMN Rini Soemarno pada Rabu besok.


(feb/dnl)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com