"Deflasi 0,24% ini diakibatkan oleh kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan karena penurunan harga BBM. Harga bensin dan solar turun sehingga tarif angkutan di beberapa kota ikut turun," jelas Suryamin, Kepala BPS, dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (2/2/2015).
Dari 82 kota yang disurvei, lanjut Suryamin, 51 kota mengalami deflasi dan sisanya inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Padang (Sumatera Barat) sebesar 1,98%. Sementara inflasi tertinggi adalah di Ambon (Maluku) yang mencapai 2,37%.
Deflasi pada Januari, tambah Suryamin, merupakan momen yang cukup langka. Pasalnya sejak 1973, hanya 3 kali terjadi deflasi pada awal tahun.
"Kalau kita lihat dari tahun 1973, hanya 3 kali pada Januari terjadi deflasi. Januari 1973 minus 1,65%, Januari 2009 minus 0,07%, sekarang minus 0,24%," papar Suryamin.
(hds/dnl)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com