Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengatakan, untuk mengantisipasi kondisi tersebut pemerintah mengambil langkah dengan mempercepat pembangunan pembangkit lain.
"Saat ini financial closing proyek PLTU Batang kan diperpanjang (hingga 6 Oktober 2014), untuk mengantisipasi keterlambatan proyek tersebut pemerintah mempercepat pembangunan PLTU lainnya di Jawa," ungkap Jarman ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (8/10/2013).
Proyek PLTU yang dipercepat untuk mengantisipasi terlambatnya proyek PLTU paling besar di Indonesia ini adalah, PLTU Cilacal Ekspansi 1 x 660 MW dan PLTU Cirebon ekspansi 1 x 1.000 MW.
"Sehingga totalnya ada sebesar 1.660 MW, itu cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik pada 2017-2018 akibat molornya proyek PLTU Batang," ucapnya.
Jarman menambahkan, pertumbuhan permintaan listrik di Jawa tidak terlalu tinggi dibandingkan pertumbuhan listrik di luar Jawa.
"Pertumbuhan listrik di Jawa itu per tahunnya masih di bawah 9%, sedangkan di luar Jawa rata-rata di atas 9%," katanya.
(rrd/dnl)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!