Ini Penjelasan Produsen Soal RI Impor Minyak Goreng

Jakarta -Produsen minyak goreng membantah ada impor minyak goreng yang berasal dari minyak sawit. Impor minyak goreng selama ini berasal dari minyak nabati non sawit yang didatangkan dari Turki, AS, Argentina dan lainnya.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga kepada detikFinance, Senin (5/5/2014)


Ia menegaskan produk sawit Indonesia sangat berlimpah untuk membuat minyak goreng, sehingga tak mungkin mengimpor minyak goreng dari sawit.


"Itu bukan minyak goreng dari sawit, itu rapeseed oil, sunflower (minyak biji bunga matahari), minyak jagung, olive oil (zaitun), soybean," kata Sahat.


Sahat menegaskan minyak goreng yang diimpor oleh para produsen, biasanya untuk campuran produk minyak sawit sebagai produk yang diekspor ke pasar tertentu. Misalnya RBD Olein merupakan minyak sawit yang dicampur dari 7%-8% beberapa minyak nabati non sawit.


Ia menjelaskan minyak goreng dari sawit punya kelemahan jika berada di bawah suhu 5-6 derajat celcius, efeknya akan menggumpal. Sedangkan minyak nabati lainnya tak menggumpal pada suhu tersebut.


"Minyak selain sawit di temperatur 5 derajat tetap cair, sangat cocok untuk di iklim subtropis, kalau buat menggoreng itu kebakaran, kalau tumis-tumis cocok, juga untuk salad dressing," katanyaNext


(hen/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!