Prabowo Sebut Kebocoran di Pertambangan, Ini Komentar Guru Besar ITB

Jakarta -Dalam debat kandidat tadi malam, Prabowo Subianto, calon presiden nomor urut 1, kembali mengemukakan perihal kebocoran kekayaan negara. Kali ini, mantan Danjen Kopassus tersebut menyebutkan kebocoran itu artinya adalah kekayaan Indonesia yang mengalir ke luar negeri.

Prabowo mencontohkan di bidang pertambangan. Banyak bahan tambang mentah dari Indonesia yang diekspor ke luar negeri dan didatangkan kembali dalam bentuk yang sudah diolah. Harganya pun naik berlipat-lipat.


"Itu namanya bocor. Itu yang saya maksud dengan kebocoran," tegas Prabowo dalam debat capres di Hotel Holiday Inn Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/6/2014).


Menurut Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwandi Arif, kebocoran tersebut bersumber dari pernyataan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu. Meskipun masih bersifat dugaan.


Secara pribadi, Irwandi mengaku sulit untuk membenarkan soal kebocoran karena KPK sendiri menyebutkan belum ada kajian yang empiris. Namun, pernyataan tersbeut bisa menjadi indikasi untuk ditindaklanjuti.


"Ini kan KPK yang awalnya mensinyalir, karena KPK sudah memiliki dugaan seperti itu. Bisa dijadikan indikasi bila dianggap kebocoran," katanya saat dihubungi detikFinance, Senin (23/6/2014).


Meski demikian, Irwandi menganggap pembenahan sektor pertambangan memang harus dilakukan segera. Ada 3 poin yang menjadi perhatian bagi Ketua Bidang Pengembangan Profesi PERHAPI (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia) ini.Next


(mkl/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!