Eks Wakil Ketua KPK Jadi Tim Independen Megaproyek 'New Tanjung Priok'

Jakarta - Sejumlah tokoh independen dilibatkan dalam proses pengawasan megaproyek 'New Tanjung Priok'. Proyek senilai Rp 24 triliun akan dibangun oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC.

Mereka tergabung dalam oversight commitee atau komite pengawas yang dalam tugasnya membantu, mengawasi pengembangan New Tanjung Priok serta penambahan JICT.


Dalam struktur komite pengawas, posisi ketua dijabat oleh Erry Riyana Hardjapamekas, Faisal Basri sebagai juru bicara, Lin Che Wei sebagai sekretaris komite, sementara Natalia Soebagjo dan Ahmad Fikri Assegaf menjadi anggota komite.


"Sistem sudah diatur dengan baik. Secara garis besar adalah mereview dan memberikan penjelasan kepada media terkait pembangunan pelabuhan ini," ungkap Mantan Wakil Ketua KPK yang saat ini menjabat sebagai ketua pengawasan Erry Riyana dalam keterangan pers di Kantor Pelindo Jakarta, Rabu (6/3/2013).


Ia juga menambahkan tugas dari tim ini adalah mengawasi pembangunan yang selalu terhambat karena adanya intervensi. Oleh karena itu tim ini berfungsi untuk meminimal intervensi dari stakeholder manapun yang ingin menghambat pembangunan pelabuhan New Tanjung Priok.


"Kami terpanggil karena ini proyek besar dan kami memperhatikan independensinya. Komunikasi dengan stakeholder itu lebih dominan yang nanti kami akan lakukan," imbuhnya.


Komite Pengawas akan bertugas selama. 24 bulan. Dalam melaksanakan tugasnya, komite pengawas bisa meminta keterangan terhadap pihak yang terlibat dalam pembangunan terminal Kalibaru pemilihan mitra kerjasam dan perpanjangan konsesi PT JICT.


Komite pengawas juga dilibatkan dalam wewenang melakukan kebijakan studi kebijakan yang diambil manajemen IPCC untuk memastikan tidak ada peraturan yang dilanggar dan sesuai prinsip good corporate governance.


"Kita akan pertemuan berkala atau inisiatif rapat terkait proyek Kalibaru dan mulai bekerja hari ini," cetusnya.


(wij/dru)