Harga Pangan Naik, Kepercayaan Konsumen Merosot

Jakarta - Setelah meningkat 0,5% pada survei Januari, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) melemah kembali pada Februari 2013, yaitu turun 2,7% menjadi 92,3 yang merupakan level terendahnya dalam 5 bulan terakhir.

"Melemahnya kepercayaan konsumen ini sebagian besar disebabkan oleh kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga bahan pangan," kata Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa dalam siaran pers, Senin (4/3/2013).


Menurut survei terakhir, konsumen yang menyatakan kekhawatiran mereka terhadap harga pangan yang tinggi memang naik dari 65,1% pada Januari menjadi 72,3% pada Februari. Selain itu, kenaikan tarif listrik baru-baru ini tampaknya juga membuat sentimen menurun.


Pada Februari, konsumen merasa yakin tekanan inflasi akan sedikit meningkat dalam enam bulan mendatang. Indeks yang mengukur sentimen konsumen terhadap inflasi naik sebesar 0,7% menjadi 190,3 pada Februari.


Ini merupakan level tertinggi dalam 6 bulan terakhir. Ekspektasi kenaikan harga ini tidaklah mengherankan karena harga-harga bahan makanan biasanya cenderung naik pada akhir dan awal tahun karena musim paceklik (panen raya biasanya mulai pada Maret).


Kedua komponen utama yang membentuk IKK pada Februari menurun. Komponen yang menunjukkan keadaan saat ini (Indeks Situasi Sekarang/ISS) turun 5,4% menjadi 75,4 karena konsumen memberi penilaian yang lebih buruk terhadap keadaan ekonomi nasional maupun lokal serta keadaan lapangan kerja saat ini.


Sementara itu, komponen IKK lainnya yang menunjukkan keadaan masa depan (Indeks Ekspektasi/IE) mengalami penurunan 1,3% menjadi 105,0 pada Februari. Ini berarti optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi secara keseluruhan dalam enam bulan mendatang menurun.


Walaupun optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi secara keseluruhan dalam enam bulan mendatang menurun, rencana konsumen untuk membeli barang-barang tahan lama ternyata meningkat pada Februari.


Berdasarkan hasil survei terakhir, sekitar 36,5% konsumen yang disurvei berencana untuk membeli barang-barang tahan lama dalam 6 bulan mendatang, naik dari 32,1% pada Januari. Level pada bulan Februari ini merupakan level tertinggi sejak Desember 2011.


Sementara itu, kepercayaan konsumen terhadap kemampuan pemerintah untuk melaksanakan tugas-tugasnya melemah pada Februari. Setelah naik 1,1% pada Januari, Indeks Kepercayaan Konsumen terhadap Pemerintah (IKKP) menurun 1,5% menjadi 83,6 pada Februari.


Pada survei terakhir, semua komponen yang membentuk IKKP menurun, kecuali komponen yang menunjukkan kemampuan pemerintah dalam menjaga keamanan (indeks yang terkait naik 0,6% menjadi 98,3 pada Februari).


Sedangkan komponen yang mengalami penurunan terbesar adalah komponen yang menunjukkan kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga (indeks yang terkait turun 5,4% menjadi 67,6 pada Februari).


(ang/dnl)