"Itu yang saya prihatin. Makanya saya mendorong tahun ini juga joint venture besar yang dulu sering anda sebut itu akan terjadi," kata Hidayat di acara Talkshow Industri Hijau di Kantor Kementerian Perindustrian, Selasa (7/5/2013).
Maksud Hidayat ialah rencana dari perusahaan pembuat HP asal Taiwan, Foxconn Technology Group yang akan menggandeng mitra lokal dari RI untuk bersama-sama membuat HP made in Indonesia. Namun, Hidayat belum mau menyebutkan siapa mitra yang akan digandeng Foxconn.
"Saya sudah janji sama Foxconn mereka yang akan sebutkan," katanya.
Hidayat mengaku bertanggung jawab untuk mengkampanyekan penggunaan produk di dalam negeri. "Ya itu tanggung jawab saya sekarang untuk mengkampanyekan penggunaan produk dalam negeri. Saya adalah Ketua Kelompok Kerja untuk penggunaan produk dalam negeri," katanya.
Seperti diketahui, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan pertama Indonesia mengimpor HP sebanyak Rp 6,1 triliun.
Sedangkan impor laptop selama Januari - Maret 2013 tercatat senilai US$ 283,2 juta atau Rp 2,7 triliun. Jika satu laptop dikenakan harga Rp 5 juta maka ada sekitar 550 ribu unit laptop yang telah diimpor awal tahun ini.
(zul/ang)