Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan mengatakan, pemerintah telah mengubah strategi dengan konsep proposal penawaran CPO terbaru. Proposal terbaru ini lebih baik dan lengkap dari strategi sebelumnya termasuk saat di KTT APEC 2012 di Vladivostok dan saat ini.
Pada proposal baru, Indonesia tak hanya mengusung sawit sebagai produk ramah lingkungan, namun juga mencakup bahwa produk sawit juga menopang pertumbuhan yang berkelanjutan, pengentasan kemiskinan dan pembangunan pedesaan.
"Ini menurut saya, lebih proses, mekanisme dan juga lebih inklusif dan lebar, daripada pendekatan yang dibuat tahun lalu di Vladivostok, yang menurut kami agak ad hoc dan random di mana masing-masing negara mengungkapkan, kami mau produk ini untuk masuk dalam environmental goods list, dan segalanya," kata Gita saat melakukan konperensi Pers Hasil KTT APEC 2013 di Nusa Dua, Bali, Selasa (8/10/2013).
Gita mengatakan, proposal baru nanti bisa lebih dipertanggungjawabkan dan juga memiliki dampak yang luas. Selain CPO, produk seperti karet dan kayu pun akan dimasukkan ke dalam satu proposal yang memiliki 3 aspek utama tersebut, beberapa negara telah menyetujui proposal ini.
"Dan timeline-nya sama dengan EG list untuk tahun 2015," katanya.
Gita menyangkal, produk seperti CPO tidak ramah lingkungan dan berpengaruh terhadap emisi karbon yang selama ini dikhawatirkan oleh negara-negara Eropa.Next