Total ekspor dan impor China mencapai US$ 4,16 triliun atau senilai Rp 41.600 triliun (kurs US$1 = Rp 10.000) dengan surplus perdagangan US$ 259,75 miliar atau sekitar Rp 2.597,5 triliun.
"Ketika digabungkan antara nilai ekspor dan impor, totalnya mencapai US$ 4,16 triliun," kata Juru Bicara Bea dan Cukai China, Zheng Yuesheng seperti dikutip detikFinance dari China Daily, Selasa (14/1/2014).
Sementara itu, posisi impor China hanya US$ 1,95 triliun (Rp 19.500 triliun) atau naik 7,3% dari tahun lalu dan ekspor China mencapai US$ 2,21 triliun (Rp 22.100 triliun) atau naik 7,9% dari tahun 2012.
Otoritas perdagangan China juga merilis perdagangan dengan Uni Eropa menyentuh angka US$ 559,06 miliar atau naik 2,1% dari posisi tahun 2012. Sementara pedagangan dengan Amerika Serikat (AS), mencatat kenaikan nilai perdagangan 7,5% ke angka US$ 521 miliar.
Posisi positif ini, bertolak belakang terhadap nilai perdagangan dengan Jepang. Perdagangan antara China dengan Jepang tercatat US$ 312,55 miliar atau turun 5,1% dari posisi tahun lalu.
Meski meraup kinerja positif, posisi perdagangan China tersebut masih berada di bawah target pertumbuhan. Otoritas China menargetkan pertumbuhan perdagangan sebesar 8%, namun realisasi pertumbuhan ekspor dan impor China 2013 hanya menyentuh posisi 7,6%.
(feb/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!