Bagaimana caranya?
"Yang penting petugas pajak harus giat menyisir potensi pajak. Saya tanya Pak Fuad (Dirjen Pajak) problemnya adalah kekurangan pegawai," kata
Pengamat Ekonomi UGM, Tony Prasetiantono di acara Diskusi Strengthening Indonesia's Financial System di Garden Terrace Four Seasons Hotel, Jakarta, Senin (3/2/2014).
Dengan banyaknya pasukan, sambung Tony, Ditjen Pajak bisa giat melacak pajak-pajak perusahaan dan terutama pajak individu.
"Saat ini masih berat karena butuh manusia, butuh kolektor. Menurut saya pemerintah harus memodali Ditjen Pajak, dengan menambah pasukan," tuturnya.
Menurut Tony, petugas pajak tidak bisa hanya melesaikan tugasnya di depan komputer. Namun, kedatangan langsung para petugas pajak mengejar penerimaan sangatlah diperlukan.
"Harus door to door seperti bank, kalau ini pajak kolektor. Jadi harus ada pasukan. Banyak orang yang penghasilan besar tapi pajaknya kecil. Jadi saya setuju kalau Ditjen Pajak nanya ke bank. Tapi tidak sembarangan harus ada bukti awal," kata Dia.
(dru/dnl)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!