Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan LCGC diproduksi dengan catatan tidak 'minum' BBM bersubsidi seperti premium. Ini karena premium memang tidak tergolong green.
"Kalau green car, ya nggak boleh pakai premium. Premium sendiri tidak ramah lingkungan, jadi bukan green car namanya," ujar Hatta di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (21/4/2014).
Premium memiliki Research Octane Number (RON) yang rendah, yaitu 88. Tidak lebih ramah lingkungan dibandingkan pertamax yang RON 92.
Menurut Hatta, beberapa negara sudah tidak lagi menggunakan premium karena dianggap tidak ramah lingkungan. "Octane number rendah di negara-negara tertentu sudah tidak digunakan," sebutnya.
Pemerintah telah mematok kuota konsumsi BBM subsidi untuk tahun ini sebanyak 48 juta kiloliter (KL). "Kalau konsumsi bisa dikendalikan, maka bisa kurangi subsidinya," kata Hatta.
(mkl/hds)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!