Bikin Bengkel Pesawat di Batam, Lion Gandeng Perusahaan Asing

Jakarta -Induk maskapai Lion Air, yaitu Lion Group, sedang mengembangkan pusat MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) atau bengkel perawatan pesawat raksasa di Batam. Untuk mendukung operasional bengkel pesawat tersebut, Lion Group menggandeng CFM Internasional.

CFM Internasional merupakan produsen mesin pesawat komersial dunia yang dimiliki oleh Scecma Prancis dan General Electric Amerika Serikat.


Alasan menggandeng perusahaan mesin dunia tersebutm karena ratusan pesawat milik Lion Group memakai mesin dari CFM International.


"Kita memang punya pemesanan 642 pesawat tipe narrow body yang diproduksi oleh Boeing dan Airbus. Mesinnya pakai CFM. Ini salah satunya dikaitkan penggunaan mesin," kata Direktur Umum Lion Group Edward Sirait di acara penandatanganan kesepakatan material dan konsultasi di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Rabu (15/10/2014).


Melalui kerjasama perawatan pesawat ini, Lion Air merencanakan ada program transfer ilmu dan kemampuan kepada insinyur pesawat lokal.


"Kita berharap ada alih teknologi. Ini keuntungan bagi airlines Indonesia. Lion Group untuk pelaksanaan overhaul (perawatan menyeluruh) bisa lebih singkat dan biaya akan lebih hemat," sebutnya.


Bengkel pesawat ini mulai dibangun 2015m dengan masa konstruksi selama 3 tahun. MRO ini berada pada area Batam Aero Technic milik Lion Group. Hanggar pesawat yang dibangun mencapai 6 unit.Next


(feb/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!