Lantas apa langkah Lion Group?
Direktur Umum Lion Group Edward Sirait mengaku, pihaknya akan mengedepankan pembicaraan business to business (B to B) dengan Angkasa Pura II, serta operator pesawat carter dan berjadwal yang saat ini beroperasi di Bandara Halim.
"Kita akan selesaikan secara B to B," kata Edward di Hotel Mandarin Oriental Jakarta, Rabu (15/10/2014).
Meski demikian, sebagai operator Lion Group tetap memiliki kewenangan mengatur mitra bisnis yang bisa diajak kerjasama.
"Tidak menutup kemungkinan kerjasama tapi kita yang menentukan," jelasnya.
Terkait keberadaan sekolah penerbangan atau pilot yang berada di Halim, Edward menyerahkan hal ini kepada regulator. Secara prinsip, Bandara Halim memang diprioritaskan melayani penerbangan sipil berjadwal.
"Di sana bandara komersial. Traning bukan prioritas. Ke mana? Bukan saya yang menentukan," jelasnya.
Lion Group telah menyiapkan dana dan desain pengembangan bandara. Lion siap kapan pun untuk mempercantik terminal hingga infrastruktur pendukung. Harapannya, kapasitas bandara bisa meningkat dari 4 juta penumpang menjadi 11,5 juta pergerakan penumpang per tahun.
"Kita bangun 9 bulan. Begitu kita groundbreaking tok langsung dibangun. Nggak molor," sebutnya.
(feb/dnl)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!