"Keberanian pemerintah untuk menaikkan harga BBM sangat ditunggu-tunggu dunia usaha dan investor. Ini memang sangat diperlukan," tegas Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Destry Damayanti di acara Indonesian Economic Outlook di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (15/10/2014).
Kenaikan harga BBM bersubsidi, lanjut Destry, akan mendorong pengembangan bahan bakar alternatif seperti biofuel atau gas. Saat ini, bahan bakar alternatif tidak menarik karena tidak bisa bersaing dengan BBM yang karena subsidi harganya murah.
"Seperti biodiesel, ternyata harganya lebih mahal sedikit dari solar subsidi. Sementara solar subsidi merupakan BBM yang paling banyak subsidinya dan harga keekonomiannya paling mahal dibandingkan BBM lainnya. Bagi pengusaha, tidak ada insentif bagi mereka untuk mengembangkan biodiesel," jelasnya.
Destry menambahkan, kenaikan harga BBM juga dapat membuat pemerintah menghemat anggaran dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang seharusnya mendapatkan subsidi.
"Kita semua sadar bahwa ratusan triliun subsidi lebih banyak dinikmati orang kaya yang harusnya tidak perlu disubsidi. Buat apa? Lebih baik digunakan untuk spending infrastruktur," tuturnya.
(rrd/hds)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!