Produksi Gula Saat Ini Hanya 80% dari Capaian Zaman Belanda

Jakarta -Pihak Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat produksi gula kristal putih (GKP) Indonesia saat ini hanya 2,5 juta ton per tahun. Angka produksi ini hanya 80% dari capaian produksi gula di era Hindia Belanda tahun 1929.

"Zaman Belanda atau tepatnya tahun 1929, Indonesia pernah produksi gula hingga 3 juta ton," ungkap Staf Khusus Menteri Perdagangan, Ardiansyah Parman saat berdiskusi dengan media di Gedung Utama Kementerian Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Selasa (16/12/2014).


Besarnya produksi gula saat itu disebabkan karena rendemen atau persentase hasil kristal gula dengan berat batang tebu cukup tinggi. Pabrik-pabrik gula yang didirikan saat itu bekerja cukup optimal dan efisien.


"Lahan saat itu 200.000 hektar, produktivitas per hektar 15 ton, rendemennya jauh lebih tinggi. Ini dasarnya," imbuhnya.


Sedangkan saat ini, meski luas lahan lebih luas hingga 450.000 hektar, namun produktivitas tebu setara gula hanya 5,2 ton per hektar, atau mengalami penurunan efisiensi.


Hal ini juga diperparah dengan kondisi pabrik-pabrik gula di Indonesia termakan usia. Dengan total pabrik gula saat ini sebanyak 62 unit (52 BUMN dan 10 swasta), banyak di antaranya yang sudah berumur 84-100 tahun.


Sehingga walaupun luas areal tanam tebu bertambah, tingkat produktivitas dan efisien pabrik di dalam negeri semakin rendah. "Masa setelah merdeka kita seperti saat ini," cetusnya.


(wij/hen)