Harga Barang Belum Turun Meski BBM Turun, Ini Tanggapan JK

Jakarta -Pemerintah telah menurunkan harga BBM premium dari Rp 7.600 per liter menjadi Rp 6.600 per liter (di luar Jawa-Madura). Namun, penurunan harga ini tak dibarengi dengan turunnya harga kebutuhan pokok di berbagai wilayah Indonesia.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) angkat bicara soal fenomena ini. Menurutnya butuh waktu untuk harga-harga barang bisa turun pasca harga baru BBM.


"Memang makan tempo (perlu waktu), selalu makan tempo. Kalau naik selalu tidak makan tempo, turun baru makan tempo," kata JK di kantornya Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2015).


Ia menjelaskan belum turunnya harga kebutuhan pokok karena harga barang-barang tak hanya dipengaruhi harga BBM saja. Ada faktor lain yang mempengaruhi harga barang-barang selain biaya BBM.


"Kalau Anda beli, katakanlah semen atau beras harga tinggi. Ini kenaikan karena harga angkutan, dan industri tapi tak sebesar persentasenya. Jangan lihat naik 30 persen, tapi kalau turun 30 persen‎ juga. Kan ada ongkos angkutan," kata JK.


Misalnya hari ini, harga ayam dan telur cenderung naik seperti di Pasar Sepanjang, Sidoarjo, Jawa Timur. Padahal harga BBM justru sudah turun, namun harga ayam dan telur bergerak sebaliknya.


"Harga ayam 1 kg saat ini Rp 30 ribu. Kalau beli di agen besar Rp 28.500. Kalau untuk ayam per kg Rp 21 ribu, padahal sebelumnya Rp 18 ribu," kata seorang pedagang, Arifin (45).


Harga sembako lainnya di Pasar Jambangan juga belum turun, bahkan pedagang mengaku enggan menurunkan dagangannya karena khawatir dalam waktu dekat harga barang dagangannya akan naik lagi.


(bil/hen)