Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, di sektor energi ada dua kerjasama yang dibangun. Pertama terkait teknologi pengeboran minyak di laut dalam. Menurut Sudirman, Norwegia memiliki teknologi yang bisa digunakan di dalam negeri.
"Kerjasama urusan deep sea techno. Karena Norwegia sangat maju dan saya kira pas karena minyak kita ke depan ada di laut dalam," jelasnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/4/2015)
Sudirman menuturkan, selama ini sebenarnya sudah terjalin kerjasama antara Pertamina dan Statoil, Norwegia. Khususnya dalam kajian Enhanced Oil Recovery (EOR) dan eksplorasi minyak di laut dalam. Namun ke depan bisa ditingkatkan dari sisi teknologi.
"Tadi ketemu juga dengan perusahaan-perusahaan mereka. Pertamina bisa bekerjasama erat dengan Statoil. Itu butuh pembicaraan detil. Biasanya dimulai G to G (antar pemerintah), lalu pembicaraan bisnis," ungkapnya.
Kedua adalah kerjasama di bidang energi baru dan terbarukan. Khususnya adalah pembangkit listrik tenaga hidro yang sudah cukup optimal digunakan di Norwegia. Sumba akan dijadikan area percontohan teknologi hidro dari Norwegia.
"Sebagai milestone, nantinya menjadikan Sumba sebagai pulau percontohan," kata Sudirman.
Sudirman tidak mengutarakan lebih rinci, karena nanti kerjasama akan dilanjutkan pada pertemuan antar kementerian dan kalangan dunia usaha. Di samping itu juga ada diskusi seputar biofuel, solar mini hidro, dan biogas.
"Nanti perlu ada pertemuan lanjutan, karena tadi baru tingkat tinggi," ujarnya.
(mkl/dnl)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com