"GE Lighting merupakan unit usaha yang paling lama kita geluti, tahun ini pabrik kami di Sleman menargetkan akan mengekspor 35 juta lampu ke Amerika, jadi jangan heran kalau main ke Amerika pas cek lampunya nanti Made in Sleman," ujar CEO General Electric (GE) Indonesia Handry Satriago ditemui di Plaza Sentral, Jakarta, Senin (3/2/2014).
Handry mengatakan, GE sudah berada di Indonesia hampir 70 tahun dan sudah ada 8 bisnis besar yang dikembangkan di dalam negeri.
"Kita mulai dari aviation, health care, oil and gas, power & water, transportation, lighting, capital, dan kami di Indonesia tahun lalu berhasil mencapai pendapatan total US$ 1 miliar," katanya.
Handry mengungkapkan sejak tahun 2013 hingga 5 tahun ke depan, GE Indonesia memiliki komitmen berinvestasi sebesar US$ 300 juta.
"GE akan menginvestasikan US$ 300 juta dalam lima tahun ke depan untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia," katanya.
Investasi ini meliputi diantaranya perluasan fasilitas manufaktur peralatan eksplorasi bawah laut di Batam, serta pendirian GE Learning and Technology Center, sebuah kemitraan dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN), Garuda Indonesia dan Pertamina, untuk menyediakan pusat pelatihan kepemimpinan dan teknologi, dan alih teknologi GE di Indonesia.
"Hingga saat ini, GE telah menginvestasikan lebih US$ 1 miliar di Indonesia," tutupnya.
(rrd/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!