"Kita sederhanakan saja, orang miskin di Indonesia itu yakni didominasi petani, nelayan, buruh, dan orang yang menganggur," kata Wakil Presiden Terpilih Jusuf Kalla (JK) di acara seminar 'Bersama Mengatasi Kemiskinan dan Ketimpangan' di Pusat Perfiliman Haji Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta, Selasa (23/9/2014).
JK mengatakan, data menunjukkan, saat ini ada 24 juta rakyat Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan. Namun JK yakin jumlahnya lebih daripada itu.
"Kita mau beri BLT (Bantuan Langsung Tunai) orang miskinnya naik jadi 40 juta jiwa. Kita mau beri bantuan kartu sehat jumlahnya, naik lebih tinggi lagi, itu tidak usah dipersoalkan. Intinya orang miskin di Indonesia masih banyak," katanya.
JK mengungkapkan, dirinya dan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) punya banyak hal yang akan dilakukan, untuk memberantas kemiskinan ini.
"Banyak yang akan kita lakukan, intinya adalah meningkatkan produktivitas. Bagaimana petani dengan hanya punya lahan 0,3 hektar hasil lahannya bisa meningkat, caranya perbaiki bibitnya, beri mereka pupuk yang tepat waktu, bantu dengan pengairan yang baik, dan ubah metode bertanam mereka dengan yang baru," ungkapnya.
Untuk nelayan, kata JK, pemerintah akan menambah sebanyak mungkin lemari pendingin (cold storage), sehingga hasil tangkapan bisa disimpan dan tidak cepat busuk.
"Terus bagaimana dengan buruh? Kita akan bangun industrialisasi estate di sepanjang Jawa, agar setiap pertumbuhan ekonomi bisa menyerap lebih banyak. Tidak seperti saat ini, hanya 260.000 orang yang terserap tiap pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
"Dengan banyaknya pusat industri di sepanjang pulau Jawa, investasi akan terus kita tarik, sehingga upah buruh kita tidak ada lagi yang hanya Rp 1,5 juta per bulan, harus di atas itu," tutupnya.
(rrd/dnl)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!