Langkah ini demi mendukung rencana penyediaan rumah sakit murah atau tanpa kelas seperti konsep maskapai low cost carrier (lcc). Setidaknya untuk membangun rumah sakit dengan kapasitas minimum 1000 kamar tidur usulan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Dr Fathema diperlukan lahan yang luas.
"Otista (Jakarta), di sana ada tanah 3,5 hektar itu milik PFN (Perum Produksi Film Negara). Saya bingung tanahnya mau diapakan. Di Solo ada 20 hektar, Medan, Bandung dan Surabaya juga ada tanah luas," tutur Dahlan di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2013).
Untuk memberikan pelayanan dan jasa medis yang murah, setidaknya diperlukan sebuah rumah sakit dengan fasilitan minimal 1.000 tempat tidur. Untuk konsep rumah sakit murah ini, diperlukan pembangunan rumah sakit baru dengan konsep ramah lingkungan dan berkapasitas besar sehingga bisa menurunkan biaya.
Dahlan mengaku, konsep memanfaatkan lahan terlantar milik BUMN masih tahap awal sehingga perlu dikaji lebih dalam. Harapannya, di setiap daerah seperti Bandung, Jakarta, Surabaya memiliki rumah sakit berkapasitas 1.000 kamar tidur ini.
"Ini belum matang sehingga perlu dikaji lagi," tambahnya.
(feb/ang)