Menurut kajian sebuah perusahaan pemeringkat yaitu Axesor, ada 2.564 perusahaan di Spanyol yang sedang dalam proses pailit pada kuartal I-2013 ini. Jumlah tersebut naik 10% dibandingkan kuartal sebelumnya, dan naik 45% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Kebanyakan perusahaan di Spanyol tidak siap dengan krisis yang besar dan lama ini. Hal tersebut jadi faktor utama," kata Kepala Ekonom Axesor Javier Ramos-Juste dikutip dari Reuters, Selasa (9/4/2013).
Spanyol sedang dalam kondisi resesi selama 18 bulan terakhir dan pengangguran naik menjadi lebih dari 25%.
Kondisi likuiditas keuangan di Spanyol kering, manajemen risiko sangat lemah. Hal-hal tersebut mendorong tingginya angka pailit sejak UU Kepailitan Spanyol dibentuk 2004.
Dalam 5 tahun ini, sudah ada 28 ribu perusahaan Spanyol yang pailit.
Perbankan di Spanyol saat ini mengetatkan pengucuran kreditnya, setelah kehancuran sektor properti di 2008. Negeri matador ini telah mendapat dana suntikan atau bailout senilai 41 miliar euro (US$ 52 miliar) dari beberapa kreditur internasional.
(dnl/ang)