Menteri PPN/Bappenas Armida Alisjahbana menyatakan pada tahun lalu dan 2013, skema anggaran disalurkan berbeda. Artinya tidak semua kecamatan mendapatkan sama sebesar Rp 3 miliar.
"Kalau tahun lalu itu per kecamatan ada yang Rp 3 miliar, Rp 2 miliar dan ada Rp 1 miliar, nah sekarang kita sama ratakan jadi Rp 3 miliar," ungkapnya di Gedung Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2013)
Sebanyak 273 kecamatan itu terdiri dari 153 kecamatan (Program Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Indonesia/MP3KI), 70 kecamatan dan 50 kecamatan nasional.
Ia menyebutkan, langkah tersebut diupayakan dapat mengurangi masyarakat miskin pada setiap kecamatan. Targetnya, lanjut Armida pada tahun 2014 secara keseluruhan kemiskinan hanya menjadi 10%.
"Kita tetap pegang target kemiskinan 10%," cetusnya.
Selain PNPM, pemerintah juga menganggarkan Rp 23,1 triliun untuk alokasi beras miskin (raskin). Angka tersebut meningkat 5 kg menjadi 20 kg per rumah tangga dari 15 Kg per bulan, namun masyarakat yang berhak tetap membayar beras seharga Rp 1.600 per Kg.
Kemudian ada juga program Beasiswa Siswa Miskin (BSM) dianggarkan Rp 9,2 triliun untuk cakupan 15,4 juta siswa (29% dari jumlah siswa) mendekati angka 25% rumah tangga miskin TNP2K sebanyak 15,5 juta siswa (29,1% dari jumlah siswa).
"Program pengentasan kemiskinan konsekusensinya harus diperkuat, raskin, beasiswa siswa miskin, PKK, PNPM. Ini diperkuat," pungkasnya.
(hen/hen)