Pernyataan Dahlan ini menjawab pertanyaan anggota Komisi VI DPR soal kabar adanya mafia minyak di Petral.
"Petral, saya komit kalau memang dibuktikan ada mafia saya akan bubarkan," kata Dahlan saat rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/9/2013).
Dahlan mengatakan, hingga saat ini belum ada yang dapat membuktikan adanya mafia minyak dalam tubuh Petral. Bahkan Dahlan menantang anggota DPR untuk membuktikan anggapan tersebut.
"Belum ada yang bisa menemukan bagaimana bentuk mafia itu. Kalau bapak-bapak anggota DPR sudah bisa membuktikan, saya komit untuk bubarkan Petral," jelasnya.
Mantan Dirut PLN ini mengatakan, untuk menghindari fitnah yang selalu dilontarkan banyak pihak mengenai adanya mafia ini, Pertamina telah ditugaskan langsung untuk membeli ke kilang langsung.
"Sebelum itu terungkap, kami mempunyai kebijakan kalau Pertamina beli BBM tidak lewat Petral. BBM beli langsung itu yang dilakukan sekarang," tutup Dahlan.
Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan menegaskan, Petral sudah tidak lagi ikut tender minyak mentah yang dilakukan di SKK Migas.
"Kalau Petral kan nggak ada lelang sekarang untuk domestik. Kan semenjak ada peraturan Pak Presiden, kita selalu beli (minyak) dari NOC (Nasional Oil Company), langsung ke pemiliknya, yang langsung memiliki aset hulu. Jadi kita nggak ikut lelang," ujar Karen.
Dikatakan Karen, Petral sudah sejak 2012 sudah tidak lagi ikut lelang. "Sebetulnya sejak ada instruksi pada 2012 dari Presiden, kita mulai perbaiki sedikit demi sedikit karena kan harus bikin kontrak longterm, tapi sekarang sudah nol, semua sudah dari NOC dan IOC semua," ucapnya.
(zul/dnl)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!