"Kita sesuai dengan kenaikan BI rate sebesar 175 bps, sebelumnya rata-rata bunga kredit kita sebesar 10,5-11%. Tapi mungkin nanti rata-rata akan naik sebesar 12-13%," kata Direktur Strategy & Finance Perseroan Wan Razly Abdullah di Graha Niaga, Jakarta, Selasa (18/2/2014).
Dia menjelaskan, kenaikan BI Rate juga berdampak pada naiknya suku bunga deposito dan biaya dana (cost of fund) bank berkode BNGA itu.
Wan menyebutkan, naiknya BI Rate membuat biaya dana juga ikut naik sebesar 90 bps atau sekitar 1%. Kenaikan ini berimbas pada kenaikan bunga deposito hingga 1%.
"Dampaknya ke kami, kenaikan cost of fund naik 1%, karena rata-rata bunga deposito juga naik 1% atau 90 bps," cetusnya.
(drk/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!