Hal ini didasarkan dari survei yang dilakukan BI terhadap para pengembang properti yang beranggapan masalah bunga KPR jadi penghambat utama penjualan properti awal tahun ini.
BI juga mencatat Kalimantan Barat jadi provinsi yang bunga KPR-nya paling tinggi dari tingkat bunga KPR yang diberikan oleh bank-bank BUMN berkisar 9%-12%.
"Berdasarkan lokasi proyek, suku bunga tertinggi KPR ada di Kalimantan Barat sebesar 12,55%, sedangkan suku bunga KPR yang terendah berada di Kepulauan Bangka Belitung sebesar 8,43%," jelas Survei harga properti residensial primer (rumah baru) oleh Bank Indonesia (BI) untuk triwulan IV-2013 dikutip Rabu (19/2/2014)
Menurut survei tersebut, para pengembang mengaku selain masalah utama kenaikan bunga KPR, juga ada hambatan lainnya yaitu masalah kenaikan harga bahan bangunan, uang muka rumah, dan pajak.
Selain itu, BI mencatat pertumbuhan penjualan rumah di triwulan IV-2013 melambat dibandingkan triwulan sebelumnya (qtoq) dari 39,80% menjadi 13,05%. Penyebabnya adanya upaya pengetatan kredit pemilikan rumah (KPR) oleh BI.
"Kebijakan penyempurnaan ketentuan Loan To Value (LTV) 2013 turut memberikan dampak terhadap penurunan permintaan hunian. Perlambatan kenaikan penjualan terutama terjadi pada rumah tipe kecil," jelas BI Rabu (19/2/2014)Next
(hen/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!