Impian RI Produksi Minyak 1 Juta Barel/Hari Tahun Ini Sirna

Jakarta -Pemerintah lewat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginginkan produksi minyak nasional di tahun ini dapat mencapai 1,01 juta barel/hari. Namun keinginan ini tidak dapat terwujud.

Jangankan 1,01 juta barel/hari, untuk mencapai target APBN 2014 sebesar 870.000 barel per hari pun tidak mampu. Kenapa ini bisa terjadi?


Para perusahaan minyak (Kontraktor Kontrak Kerjasama/KKKS) yang beroperasi di Indonesia sebanyak 52 perusahaan pada tahun ini hanya mampu memproduksi minyak sebesar rata-rata 804.000 barel per hari. Itu pun dengan catatan proyek Cepu bisa selesai dan bisa menambah produksi minyak pada akhir tahun sebesar 50.000 barel per hari.


Padahal dalam Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2012 tentang peningkatan produksi minyak bumi nasional mencapai 1,01 juta barel per hari pada 2014, Presiden telah menginstruksikan 11 Menteri, Kepala Badan Pertanahan Nasional, SKK Migas, dan Gubernur hingga Bupati bersama-sama ikut berperan dalam peningkatan produksi minyak.


Berdasarkan data SKK Migas yang dikutip detikFinance, Rabu (19/2/2014), SKK Migas hanya menargetkan produksi minyak pada 2014 sebesar 804.000 barel per hari dengan target penerimaan sebesar US$ 27,1 miliar, dan cost recovery sebesar US$ 19,1 miliar.


Jika dirinci, pada Januari 2014 produksi minyak diperkirakan hanya mencapai 811.000 barel per hari (bph), Februari hanya 802.000 bph, Maret hanya 802.000 bph, April turun jadi 794.000 bph, Mei naik 805.000 bph, Juni 802.000 bph, Juli 803.000 bph, Agustus anjlok jadi 790.000 Bph, September jadi 798.000 bph, Oktober anjlok paling rendah sebesar 782.000 bph, November jadi 806.000 bph, ini diperkirakan sudah masuk dari tambahan minyak dari proyek Cepu, dan Desember naik pada puncaknya 851.000 bph.


Berikut target produksi perusahaan minyak berdasarkan rencana kerja dan anggaran (WP&B) pada 2014.


Kontraktor dan Target Produksi (barel/hari atau bph)



  1. Chevron Pacific Indonesia dengan target 302.983 bph

  2. Pertamina EP dengan target 125.000 bph

  3. Total E&P Indonesie dengan target 62.910 bph

  4. PHE-ONWJ dengan target 39.400 bph

  5. CNOOC Ses Ltd dengan target 34.005 bph

  6. ConocoPhilips Ind Ltd dengan target 24.843 bph

  7. Mobil Cepu Ltd dengan target 31.100 bph

  8. Chevron Indo. Co. dengan target 21.975 bph

  9. PHE-WMO dengan target 21.443 bph

  10. PetroChina Int. (Jabung) dengan target 14.443 bph

  11. BOB-BSP dengan target 14.571 bph

  12. Medco E&P Indo (Rimau) dengan target 11.702 bph

  13. Voco Indonesia dengan target 12.495 bph

  14. 41 kontraktor digabung dengan target 86.968 bph


Jadi totalnya adalah 803.827 bph (rrd/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!