Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Maret 2014 tercatat rendah yaitu 0,08% Month on Month (mom) atau 7,32% (yoy) atau menurun dibandingkan dengan inflasi Februari 2014 sebesar 0,26% (mtm) atau 7,75% (yoy).
"Inflasi Maret 2014 juga tercatat lebih rendah dari rata-rata inflasi dalam enam tahun terakhir," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (8/4/2014).
Dia mengungkapkan, penurunan tekanan inflasi disebabkan inflasi inti yang menurun seiring apresiasi nilai tukar, moderasi permintaan domestik, dan ekspektasi inflasi inti yang masih terjaga.
Selain itu, harga bahan pangan juga mengalami deflasi akibat pasokan beberapa komoditas bahan makanan yang meningkat seiring dengan datangnya musim panen.
Ke depan, bank sentral akan tetap mencermati sejumlah risiko yang dapat mengganggu pencapaian sasaran inflasi, seperti penyesuaian administered price dan potensi peningkatan harga pangan akibat musim kemarau di beberapa daerah, termasuk adanya indikasi kemungkinan terjadi El Nino dengan intersitas lemah di bulan Agustus 2014.
"BI akan terus memperkuat bauran kebijakan dan berkoordinasi dengan pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah sehingga tetap dapat mengendalikan inflasi sesuai sasarannya," tutupnya.
(drk/dru)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!