Peluang, Ekspor Ikan ke Tiongkok Naik Paling Pesat

Jakarta -Ekspor produk ikan Indonesia ke Tiongkok meningkat cukup tajam setiap tahunnya bila dibandingkan negara tujuan ekspor lainnya. Penyebabnya tingkat konsumsi dan pesatnya sektor industrialisasi perikanan yang tumbuh tinggi di Tiongkok.

"Ekspor produk ikan ke Tiongkok meningkat cukup pesat dan paling cepat diantara negara-negara lainnya," ungkap Dirjen Pengolahan dan Pemasaran KKP Saut P Hutagalung saat ditemui detikFinance di ruang kerjanya di Kantor KKP Kawasan Gambir Jakarta, Selasa (8/04/2014).


Menurut data KKP, ekspor produk perikanan Indonesia ke Tiongkok tahun 2009 hanya mencapai US$ 97 juta dengan volume 149.280 ton. Di tahun 2010 meningkat cukup tajam menjadi US$ 150 juta dengan nilai 213.055 ton.


Peningkatan cukup drastis juga terjadi dari tahun 2011 hingga 2013. Berturut-turut angka ekspor perikanan Indonesia ke Tiongkok tahun 2011 mencapai US$ 220 juta dengan volume 242.397 ton, tahun 2012 mencapai US$ 284 juta dengan volume 295.486 ton dan tahun 2013 mencapai US$ 409 juta dengan volume 336.529 ton.


"Di tahun 2014 akan tumbuh 25% ekspor produk perikanan ke Tiongkok," imbuhnya.


Hampir semua produk perikanan Indonesia seperti ikan tuna yang meliputi tuna cakalang dan tuna skipjack, udang, rumput laut, rajungan/kepiting diekspor ke Tiongkok.


"Karena China pasarnya besar sekali kemudian konsumsi di negara itu juga besar dan kepentingannya juga untuk diekspor. Bahkan sisa tulang dan sisa minyak ikan dibeli semua oleh Tiongkok. Hampir semua produk ikan seperti udang, ikan, kerang semua diterima. Tahun 2014 ini ekspor ke Tiongkok akan menyalip Eropa. Pasar sepertinya sudah bergeser ke Asia," jelasnya.


(wij/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!