KBN belum menemui titik kesepakatan terkait perjanjian penggunaan lahan dengan produsen komponen iPad, iPhone, hingga BlackBerry tersebut.
"Saya nggak mau komentar. Sampai sekarang belum ada deal dengan Foxconn," kata Dirut KBN Sattar Taba di area KBN Cakung Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (8/4/2014).
Sattar menjelaskan pihak Foxconn saat pertemuan hanya berminat menyewa lahan milik KBN seluas 100 hektar. Namun KBN menilai sistem sewa lahan tidak terlalu menguntungkan secara bisnis. KBN justru mengajukan sistem kepemilikan saham di dalam investasi Foxconn di Jakarta.
"Nggak menarik kalau sewa, saya mau masuk kelola. Kalo leasing harga kecil, kita 100ha cuma dapat Rp 100 miliar. Kalau sharholder kita dapat Rp 1 triliun. Itu kita bisa dapat per tahun," sebutnya.
Saat ini KBN mengelola kawasan industri seluas 700 hektar. Lahan milik KBN sangat tepat dan strategis untuk lokasi pabrik Foxconn. Saat membangun pabrik di KBN, produk-produk elektronik produksi Foxconn bisa langsung dikapalkan dan dikirimkan ke negara tujuan karena lokasi KBN yang dekat dengan pelabuhan.
"Tidak ada lahan secantik ini. Lokasinya di bibir pantai. Juga biaya logistik bisa turun," terangnya.
(feb/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!