Menteri Keuangan Chatib Basri mencatat ada peningkatan konsumsi rokok saat Pemilu tahun ini, yang tergambar dari penerimaan cukai pada bulan Februari 2014.
"Revenue cukai naik cukup tinggi (Februari). Karena mungkin di dalam kampanye orang beli rokok. Kan dalam berbagai meeting, ada makanan dan rokok, itu cukainya naik cukup tajam," kata Chatib saat pencoblosan di TPS 11 Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2014).
Target cukai pada 2014 adalah Rp 116,28 triliun dengan rata-rata bulanan penerimaan cukai Rp 9,69 triliun. Pada bulan Januari realisasinya Rp 8,51 triliun dan naik menjadi Rp 12,91 triliun pada februari.
Volume produksi rokok (HT) Januari juga tinggi, yaitu 26,7 miliar batang dan Februari 38,5 miliar batang. Perkirakan volume produksi HT untuk tahun 2014 ini bisa menyentuh angka sekitar 360-362 miliar batang.
"Itu adalah laporan dari bea cukai minggu lalu. Dan itu jenisnya (rokok) yang agak di bawah. Itu kan biasanya pembelian dalam jumlah masal ya. Itu saja. Tapi cukup tinggi," ujarnya.
Di samping itu, untuk konsumsi dari atribut partai, Chatib mengaku ada sedikit pengurangan. Kemudian agenda perayaan seperti pawai atau kampanye juga berkurang.
"Kampanye ini jauh lebih relax 2014 dibanding 2009 apalagi 2004. Jauh lebih relax, ributnya itu hanya ribut jargon. Dulu kan ada pawai segala macam," kata Chatib.
Menurutnya itu tidak masalah. Sebab ada peningkataan konsumsi rokok dan transportasi. Ia masih optimis dengan konstribusi pemilu terhadap pertumbuhan perekonomian.
"Iya (beralih). Terus saya kira transportasi cukup naik lho, ke dapil-kan," imbuhnya.
(mkl/zul)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!