Pada Senin (5/5/2014), Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada kuartal I-2014, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dibandingkan dengan kuartal IV-2013, terdapat pertumbuhan 0,95%.
Pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran masih didominasi oleh faktor domestik. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, konsumsi rumah tangga pada kuartal I-2014 tumbuh 5,61%. Sementara konsumsi pemerintah tumbuh 3,58%.
Kemudian Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) alias investasi tumbuh 5,13%. Ekspor masih terkontraksi dengan pertumbuhan -0,78%, dan impor pun mengalami kontraksi yaitu tumbuh -0,66%.
"Konsumsi rumah tangga tumbuh pada kuartal I-2014. Ini karena dampak Pileg," kata Suryamin, Kepala BPS, saat jumpa pers di kantornya, Jl Pasar Baru, Jakarta, Senin (5/5/2014).
Sementara dibandingkan dengan kuartal IV-2014, konsumsi rumah tangga tumbuh 0,7%. Konsumsi pemerintah -44,17%, PMTB -5,62%, ekspor -11,44%, dan impor -12,93%.
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga, lanjut Suryamin, juga didukung oleh momentum Pileg. Sementara konsumsi pemerintah yang tumbuh negatif disebabkan pola belanja yang memang lemah pada awal tahun dan baru melaju menjelang akhir tahun.
"Untuk PMTB, penurunannya sebenarnya mengecil. Tahun lalu -6,3% dan sekarang -5,62%," ujar Suryamin.
(hds/dnl)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!