"Posisi kita di ASEAN itu kita memang menawarkan untuk jasa keuangan asing masuk ke Indonesia, jadi kita sambut dengan baik," ungkap Agus kepada wartawan di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Selasa (9/4/2013)
Ia menilai wajar jika ada tumpukan proposal asing di Bank Indonesia (BI) untuk mengakuisisi industri keuangan yang ada di Indonesia.
"Jadi kalau dari waktu ke waktu ada yang berminat untuk masuk ke Indonesia membeli bank atau membeli asuransi itu sangat dimungkinkan," jelasnya.
Agus menuturkan batas kepemilikan yang ditawarkan juga mencapai 51%.
"Saya ingin sampaikan didalam kesepakatan asean kita juga membuka dan saya ingat itu angkanya yang kita tawarkan adalah sampai 51% dimiliki oleh asing," pungkasnya.
Investor asing memang kian gencar 'mencaplok' bank lokal. Sebut saja Danamon yang siap diambil alih DBS Holding (Singapura) dan Bank Mestika yang akan diakuisisi oleh RHB Capital asal Malaysia.
(dru/dru)