"Ada apa dengan Kadin dan mau dibawa kemana Kadin ke depan? Jadi tentunya fokus kita adalah sebagai mitra pemerintah dalam bidang ekonomi dan memfasilitasi pengusaha agar bisnisnya berjalan. Walaupun masuk tahun hangat, Kadin mesti harus stabil," ungkap Anindya di Hotel Grand Melia Jakarta, Senin (8/4/2013).
Isu yang mendera Kadin mengenai perpecahan di dalam tubuh organisasi itu dibenarkan oleh Anindya. Seperti diketahui perpecahan di dalam tubuh Kadin Indonesia berawal dari surat edaran yang berisi peringatan kepada Kadin Indonesia menyangkut hal-hal yang tidak dipenuhi Kadin Indonesia seperti Munas serta kesepakatan dalam Rapimnas. Namun surat itu setelah diteliti tidak sesuai dengan Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
"Biasanya dinamisme seperti ini jarang terjadi. Tetapi tantangan kita sangat banyak apalagi perekonomian kita tumbuh pesat," tuturnya.
Ia pun menegaskan Kadin Indonesia masih tetap solid sehingga Kadin harus kembali bekerja karena mempunyai banyak pekerjaan rumah terutama yang berkaitan dengan isu-isu dunia usaha.
"Kita kerja saja dan kita masih mempunyai pekerjaan rumah. Fokus kepada isu-isu untuk mengambil isu dunia usaha yang berdasarkan AD/ART. Paling tidak ada 24 dari 33 provinsi menginginkan ada kestabilan di tubuh Kadin," tukasnya.
(wij/dru)