Dana yang dihimpun dari penerbitan saham baru itu diperkirakan mencapai Rp 1,25 triliun hingga Rp 1,5 triliun. Meski demikian, jumlah saham yang akan diterbitkan belum bisa dijelaskan secara rinci.
“Kami sudah layangkan penyampaian informasi ke Bursa Efek Indonesia pada Jumat kemarin. Ini sebagai tindak lanjut MoU kami dengan PT Prima Jaringan pada 7 Desember 2012 untuk rencana akuisisi dan kerja sama pembangunan kawasan superblok integrasi di kawasan TB Simatupang," ujar Vice Chairman LCGP Danny Boestami dalam siaran pers, Senin (8/4/2013).
Danny melanjutkan, proyek superblock bernama “Eureka” itu merupakan kawasan integrasi seluas 20 hektar yang terdiri dari kawasan komersial, residensial, hotel, perkantoran, gedung pertemuan, apartemen, rumah sakit, sekolah, dan pusat perbelanjaan.
“Lahannya tahun lalu sudah dibeli PT Prima Jaringan dengan dana Rp 1,2 triliun,” kata dia.
Presiden Direktur PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi mengatakan, saat ini bisnis properti di Jakarta tumbuh sangat pesat. Bahkan, ujar Lukman, berdasarkan analisa PriceWatershouseCoopers (PwC), dari daftar 15 negara di Asia Pasifik, Jakarta merupakan kota nomor satu untuk prospek investasi paling tinggi di bidang properti.
Setelah Jakarta, posisi kedua hingga kelima adalah Shanghai (China), Singapura, Sydney (Australia), dan Kuala Lumpur (Malaysia). Jakarta juga nomor satu untuk investasi pengembangan kota. Padahal, tahun 2011, posisi Jakarta masih di urutan ke-14.
“Properti di Jakarta berkembang pesat, sedangkan harganya masih rendah. Makanya, Jakarta menjadi kota paling dibidik tahun ini untuk pengembangan investasi di bidang properti . Berdasarkan itulah, maka kami mempercepat pembangunan superblock Eureka. Kami targetkan, dalam delapan tahun ke depan proyek ini bisa selesai,” kata dia.
(ang/dru)