Direktur BRI Abdul Rachman mengatakan, total kredit macet itu telah di-recovery sebesar Rp 10,134 triliun. Sementara sisanya tinggal Rp 14,530 triliun.
Komposisi kredit macet BRI per jenis usaha posisi Desember 2012 meliputi pertanian, pertambangan, perindustrian, listrik, air, dan gas, konstruksi, perdagangan, pengangkutan, jasa dunia usaha, dan jasa sosial masyarakat.
Sedangkan komposisi kredit macet per segmen berasal dari sektor mikro, ritel, program, menengah, dan korporasi.
"Kredit macet karena kegagalan panen dan harga tiba-tiba jatuh. Komposisi kredit terbanyak di mikro sebanyak Rp 5,3 triliun atau mencapai 36,58%," kata dia dalam paparannya kepada Komisi XI, di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Senin (8/4/2013).
Saat ini, kata Abdul, dari total kredit macet, yang dikelola oleh BRI mencapai Rp 9,320 triliun. Sementara sisanya dikelola oleh pihak ketiga sebesar Rp 5,21 triliun.
Realisasi hapus tagih sampai Desember 2012 mencapai Rp 39,54 miliar. Sisa plafon hapus tagih tinggal Rp 424,46 miliar.
(dru/dru)